Outer Journey – Perjalanan Nan Indah dan Penuh Dengan Hikmah

Kita adalah makhluk spritual yang sedang menjalani pengalaman sebagai manusia dan bukannya manusia yang sedang menjalani pengalaman sebagai makhluk spritual !

Maha Benar Allah di atas firman-Nya yang agung;

Dan (ingatlah wahai Muhammad) ketika Tuhanmu mengeluarkan zuriat anak-anak Adam (turun-temurun) dari (tulang) belakang mereka, dan Ia jadikan mereka saksi terhadap diri mereka sendiri, (sambil Ia bertanya dengan firmanNya): “Bukankah Aku tuhan kamu?” Mereka semua menjawab: “Benar (Engkaulah Tuhan kami), kami menjadi saksi”. Yang demikian supaya kamu tidak berkata pada hari kiamat kelak: “Sesungguhnya kami adalah lalai (tidak diberi peringatan) tentang (hakikat tauhid) ini”. (Al-A’raaf : Ayat 172)

Alhamdulillah, Allah membuka hati saya untuk mengikuti ‘Program ESQ Personal Transformation Program’ pada December 2016 yang lalu. Melalui training ini, saya bersama para sahabat digolongkan dalam ‘Angkatan ke-98 ESQ Malaysia.

Training ini banyak mengubah cara kehidupan saya. Benar, segalanya bukan sekadar kerana kita ini mampu tetapi yang utamanya, adakah kita ini mahu untuk berubah ke arah sesuatu yang lebih sempurna.

Berdasarkan kepada pengalaman pada hari pertama melalui slot ‘Outer Journey’, kami di bawa merasai perjalanan spritual ke luar angkasa melalui hati dan jiwa kami tanpa sebarang pesawat khas !

Maha Suci Allah, dapat juga kami merasai kekuasaan, keagungan, kebesaran, keperkasaan juga kasih dan sayang dari Allah SWT. Tidak di lupakan juga, merasai betapa kerdilnya diri ini merupakan suatu anugerah terindah di dalam konsep kehambaan.

Indah, benar dan saya akui alam semesta itu teramat indah tanpa mampu untuk kita ungkapkan. Pasti hati tertanya mengapakah Allah ciptakan angkasa raya dengan sebegini indah?

Bayangkan jika kita ingin berjumpa dengan seorang Raja yang memerintah sesebuah negara, pasti kita akan melalui perkarangan nan indah di luar istana sebelum kita memasuki istana bukan? Dari kekaguman yang terbit itu maka ianya menjadi berganda tatkala kaki melangkah ke dalam ruangan istana dengan melihat pelbagai dekorasi menarik. Dan kemuncaknya, apabila mata bertemu dengan Sang Raja.

Jika keadaan seperti itu membuatkan kita kagum, bagaimana pula jika kita bertemu Allah? Hanya dengan keindahan alam semesta yang tidak terjangkau oleh waktu itu pun mengatasi segala dekorasi hebat dan mewah di dunia. Malah, belum lagi diri bertemu dengan Allah dan singgahsananya.

Allahu Akbar !

Keindahan Alam Semesta

Kami di dedahkan juga dengan pengetahuan awal terciptanya alam semesta raya yang dikenal dengan kejadian ‘Big Bang’ yang merupakan sebuah ledakan maha dahsyat yang dianggarkan ianya berlaku pada hampir 15 billion tahun yang lalu.

Di abad ini, melalui pengajian ilmiah dan penelitian yang rumit dan panjang, kita mampu menjelaskan sebaik mungkin akan keadaan ini. Barangkali perkara itu menjadi kebanggaan bagi para sarjana barat namun, tidak sesekali mereka ambil peduli dan mengerti dengan hati yang terbuka bahawa sesungguhnya fenomena ‘Big Bang’ ini telahpun di jelaskan oleh seorang ‘ummi’ yang juga merupakan seorang utusan Allah tanpa menggunakan sebarang alat pengesan mahupun kapal angkasa yang serba hebat teknologinya.

The Big Bang Theory

Dan tanpa sebarang alat teknologi berkuasa tinggi, beliau turut menjelaskan bahawa langit dan bumi itu dahulunya padu lalu kami pisahkan antara keduanya dan kami jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air.

Selawat dan Salam buatmu Ya Rasullullah !

Segala kalimat yang diucapkan beliau bukanlah semata-mata kalimat yang dikarang olehnya sendiri melainkan kalimat tersebut bersumber dari Allah SWT.

Maha Benar Allah di atas firman-Nya yang agung;

Dan tidakkah orang-orang kafir itu memikirkan dan mempercayai bahawa sesungguhnya langit dan bumi itu pada asal mulanya bercantum (sebagai benda yang satu), lalu Kami pisahkan antara keduanya? Dan Kami jadikan dari air, tiap-tiap benda yang hidup? Maka mengapa mereka tidak mahu beriman? (QS Al-Anbiya : Ayat 30)

Selain itu (sungguh ngeri) ketika langit pecah-belah lalu menjadilah ia merah mawar, berkilat seperti minyak; Maka yang mana satu di antara nikmat-nikmat Tuhan kamu, yang kamu hendak dustakan? (Ar-Rahmaan : Ayat 37 dan 38)

Guru Spritual saya Tuan Firdaus Djamaris juga telah mengemukakan video seperti di bawah ini kepada kami (Alumni 98) untuk menyedari siapakah kita yang sebenarnya di dalam slot ‘Outer Journey’.

Dahulu kita amat berbangga dengan mengira bahawa bumi yang kita duduki itu besar namun ternyata ianya lebih kecil dibandingkan matahari. Dan semakin kita menjauh, ternyata matahari yang kita lihat selama ini hanyalah jauh lebih kecil berbanding matahari-matahari lainnya di galaksi bima sakti.

Semakin diri terbang jauh lebih tinggi, tidak akan kelihatan bumi yang kita duduki barangkali ianya tidak lebih besar dari setitik debu yang berterbangan. Tidak terhitung jumlahnya bintang yang berputar mengelilingi pusat galaksi dan hanya Allah yang Maha Mengetahui berapa jumlahnya.

Namun diri ini masih ingin berbangga dan menyombongkan diri?

Segalanya berputar mengikut paksi sepertinya manusia mengikut prinsip yang benar dalam hidup. Matahari, bulan dan segalanya kehidupan mengikut perintah Allah. Maka siapalah kita jika sombong tidak mengikut perintah dan laranganNya?

Maha Suci Allah, jika kita melihat sedalam-dalamnya, betapa besarnya keagungan ilahi berbanding diri ini ‘Yang Maha Hina‘. Siapakah kita berbanding Sang Pencipta?

Saya tunduk menyakini betapa diri ini Maha Kerdil dan jauh lebih hina di hadapan Allah. Lidah menjadi kelu dan dada saya berombak laju. Ketika itu saya bersama para sahabat lantas turun bersujud ke lantai memohon keampunan Allah. Kami bertaubat dengan sesungguh taubat kepada Allah. Menyatakan kesalahan diri selama ini dan memohon keampunan dariNya. Air mata dan raungan menjadi keras dan hiba. Sungguh, tidak mampu untuk diri menahan derasnya air mata itu. Dan sungguh, suasananya semasa itu sangat hening dan mendamaikan jiwa.

Kasih Allah menenangkan jiwa kami setelah itu. Damai di rasa dan hati menjadi luas, seluasnya samudera yang indah. Alhamdulillah

Terbanglah wahai diri agar engkau menemui akan hakikat sebenar dirimu hingga sampai engkau bertemu jalan menuju ke hadrat ilahi !

Kenapa Allah menciptakan alam semesta?

Sejak awal saat alam semesta belum terjadi, Allah SWT yang berada di singgasana-Nya sudah memiliki seluruh keagungan, pujian, dan kesempurnaan. Setelah alam tercipta hingga sehebat kini, para manusia ciptaanNya jarang sekali bertanya kepada diri untuk apa Dia menciptakan semuanya ini? Dan untuk apa Dia menciptakan syurga dan neraka jika Dia mengetahui dari awal bahawa Sang Manusia akan beriman atau tidak?

Menurut Islam pandangan terhadap alam semesta bukan hanya berdasarkan kepada akal semata-mata. Alam semesta ini difungsikan untuk menggerakkan emosi dan perasaan manusia terhadap keagungan Al-Khaliq, kekerdilan manusia di hadapan-Nya, dan pentingnya ketundukan kepada-Nya. Dalam erti yang lain, alam semesta dipandang sebagai dalil Qath’i yang menunjukkan keesaan dan ketuhanan Allah.

Sungguh, alam semesta ini tidak diciptakan dengan sia-sia !

Maha Benar Allah di atas firman-Nya yang agung;

“Sesungguhnya, dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang, terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka.” (QS.Ali Imram 190-191)

One thought on “Outer Journey – Perjalanan Nan Indah dan Penuh Dengan Hikmah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s