Nafsumu Itu Berhala Dalam Dirimu

Sesungguhnya nafsu yang memerintahkan kejahatan itu lebih memusuhimu daripada Iblis!

Iblis dan tenteranya melalui syaitan jin dan syaitan manusia hanya memperalatkan hawa nafsu untuk menguasaimu. Maka janganlah tertipu.

Watak nafsu adalah berasa aman, suka berlengah-lengah, bersuka-suka dan bermalas-malas. Setiap rayuannya adalah batil dan palsu belaka. Jika engkau lemah melawannya, lalu mengikuti keinginannya, tentulah dia melemparkanmu ke neraka.

Nafsu tidak pernah menuju kepada kebaikan. Ia sumber bencana. Dialah markas syaitan dan iblis serta tempat segala keburukan yang hanya diketahui oleh Allah.

Ingatlah yang nafsu adalah berhala. Sesiapa yang menuruti nafsu bererti menyembah berhala.

Nabi Sulaiman pernah berkata; “Sesungguhnya mengekang nafsu itu lebih sulit daripada membuka sebuah kota sendirian”.

Ali bin Abi Talib juga berkata; “Aku dan nafsuku bagaikan pengembala dengan kambingnya. Jika aku menahannya dari satu sisi, dia melompat dari sisi yang lain. Barangsiapa yang dapat menjinakkan nafsunya, dia akan dibungkus dengan kafan rahmat dan dikubur dalam bumi karamah. Tapi barang siapa membunuh hatinya, terbungkuslah dia dalam kafan laknat serta terkubur dalam bumi azab!”

Yahya bin Muaz r.a. berkata; “Perangilah nafsumu dengan taat dan riadah (latihan rohani). Riadah adalah dengan mengurangi tidur – akan mengurangi kehendak, mengurangi makan – sedikit makan dapat melembutkan hati, memberikan cahaya dan menundukkan syahwat, mengurangi bercakap – sedikit bercakap akan terselamat daripada bencana dan menahan kepedihan daripada makhluk. Dapat menghantar kita sampai ke puncak (kebaikan) cahaya hikmah adalah lapar. Kenyang dapat menjauhkan seseorang daripada Allah swt.”

Rasulullah telah bersabda; “Terangkanlah hatimu dengan lapar/puasa . Perangilah nafsumu dengan lapar dan haus. Serta sentiasalah mengetuk pintu syurga dengan lapar. Sesungguhnya pahala demikian itu bagaikan pahala pahlawan membela agama Allah. Dan sesungguhnya tidak ada amal yang lebih disukai Allah daripada lapar dan haus. Tidak akan masuk ke kerajaan langit seseorang yang memenuhi perutnya dan kehilangan lazatnya beribadah”.

Luqmanul Hakim juga pernah berpesan kepada anaknya; “Janganlah engkau banyak tidur dan makan kerana barang siapa memperbanyakan keduanya, pada hari kiamat dia miskin amal soleh.”

Rasulullah juga pernah bersabda; “Janganlah engkau membunuh hatimu dengan banyak makan dan tidur. Sesungguhnya hati akan mati bagaikan tanaman jika tergenang air.”

Sesungguhnya syaitan itu menjalar dalam tubuh manusia bagaikan aliran darah. Maka bendunglah aliran itu dengan lapar!

Bahaya yang paling besar bagi manusia ialah syahwat perut. Adam dan Hawa dikeluarkan dari syurga kerana perut dan pada dasarnya, perutlah sumber segala syahwat. Dan barang siapa menyirami tubuhnya dengan hawa nafsu syahwat, bererti dia telah menanam pohon penyesalan dalam hatinya.

Sebab itulah Rasulullah bersabda; “Jihad yang paling utama adalah memerangi nafsu”.

Memanglah untuk memerangi nafsu itu adalah jihad yang terbesar sebab bukan mudah hendak mengalahkannya, selalunya manusia sering menuruti kata nafsu. terutamanya nafsu perut. Kebanyakan penyakit zahir dan batin, badan dan ruh itu berpunca dari nafsu perut.

Rembulan

Rasulullah SAW bersabda;
“Tiada hati melainkan awan yang menyelimuti rembulan. Ketika tidak terhalang ia memancarkan sinarnya. Ketika awan datang ia menjadi gelap”. (Hadist diriwayatkan oleh Imam Thabrani)

Salam bahagia buat semua kaum keluarga dan para sahabat. Semoga hari ini mampu untuk kita menyingkirkan awan gelap yang menyelimuti hati kita selama ini.

Allahumma Ameen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s