Di Suatu Masa

Jika suatu hari nanti kamu akan sakit pada hari tua kelak, lalu kamu menangis kerana menahan sakit, namun ketahuilah bahawa tangisan kamu kepada sakit itu sedikit tetapi banyak dari tangisan kamu itu adalah kerana mengenangkan masa mudamu.

Di dalam Al Quran apabila Allah menceritakan tentang orang-orang yang tidak beriman, Allah tidak menyebut tentang satu azab yang akan berlaku di dunia tetapi Allah SWT banyak menyatakan tentang kerugian/kengerian itu ada di akhirat, maka kerana itu orang yang yang berada di usia tua itu ia akan lebih merasa derita mengenangkan kerugian masa yang ia persiakan di usia muda.

Baginda Rasulullah SAW pernah menasihati seorang sahabat yang tatkala itu berusia muda (berumur sekitar 12 tahun) iaitu Ibnu Umar ra. Baginda memegang bahunya lalu bersabda;

Hiduplah engkau di dunia ini seakan-akan sebagai orang asing atau pengembara.” (HR. Bukhari no. 6416)

Lihatlah nasihat yang sangat indah sekali dari Rasullullah SAW kepada sahabat yang masih muda belia.

Ath Thibiy mengatakan, Rasulullah memisalkan orang yang hidup di dunia ini dengan orang asing (al ghorib) yang tidak memiliki tempat berbaring dan tempat tinggal.

Kemudian Baginda mengatakan lebih lagi iaitu memisalkan dengan pengembara, seorang asing yang tinggal di negeri asing. Hal ini berbeza dengan seorang pengembara yang bermaksud menuju negeri yang jauh. Di kanan kirinya terdapat lembah-lembah, akan ditemui tempat yang membinasakan, dia akan melewati padang pasir yang senggsara dan juga terdapatnya penjahat yang ingin merompaknya. Orang seperti ini tidaklah tinggal kecuali hanya sebentar sekali, sekejap mata.

Negeri asing dan tempat pengembaraan yang dimaksudkan dalam hadits ini adalah dunia dan negeri tujuannya adalah akhirat. Jadi, hadits ini mengingatkan kita dengan kematian sehingga kita jangan berpanjang angan-angan. Hadits ini juga mengingatkan kita agar supaya mempersiapkan diri untuk menuju negeri akhirat dengan amal sholeh.

Dalam hadits lainnya, Rasulullah SAW bersabda;

Apa peduliku dengan dunia? Tidaklah aku tinggal di dunia melainkan seperti musafir yang berteduh di bawah pohon dan beristirahat, lalu musafir tersebut meninggalkannya.” (HR. Tirmidzi no. 2551)

Ali bin Abi Thalib ra pernah memberi nasihat kepada kita;

Dunia itu akan pergi menjauh. Sedangkan akhirat akan mendekat. Dunia dan akhirat tesebut memiliki anak. Jadilah anak-anak akhirat dan janganlah kalian menjadi anak dunia. Hari ini (di dunia) adalah hari beramal dan bukanlah hari perhitungan (hisab), sedangkan esok (di akhirat) adalah hari perhitungan (hisab) dan bukanlah hari beramal.” 

Manfaatkanlah Waktu Muda, Sebelum Datang Waktu Tuamu

Dari Ibnu Abbas Ra berkata Rasulullah SAW bersabda; “Memanfaatkan lima keadaan sebelum datangnya lima; masa hidup sebelum datang matimu, masa sihatmu sebelum sakitmu, masa luangmu sebelum masa sibukmu, masa muda sebelum masa tuamu dan masa kayamu sebelum masa fakirmu”

Gunakan usia muda sebaiknya. Muda hanya sekali dan kita harus bijak menggunakan usia muda itu untuk perkara berfaedah dan mendatangkan manfaat.

Wahai anak muda yang dikasihi Allah, rebutlah peluang yang ada, cari ilmu dan sebarkannya, bekerja keras agar kita mampu berehat di penghujung usia. Perkataan ‘malas’ tidak harus ada dalam kehidupan kita kerana kita akan ketinggalan ke belakang dan berada dalam kerugian kerana mensia-siakan peluang. JIka tidak mengerti akan sesuatu cubalah bertanya, jika miskin harus berusaha dan kalau tidak tahu carilah guru agar dapat membimbingmu dengan ilmu yang benar.

Jika ada benih di tangan, semailah secepatnya dan jangan terus menunggu. Rebut peluang untuk menambahkan bekalan agar tenteram dan bercahaya jiwamu di alam ‘sana’.

Bersihkan cermin hatimu dengan khalwat dan dzikir hingga kelak engkau berjumpa dengan Allah SWT. Hatimu harus selalu ingat Allah sehingga cahaya menyinarimu.

Jangan seperti orang yang ingin menggali telaga, kemudian ia menggali di satu tempat sedalam satu jengkal lalu menggali di tempat lain sedalam satu jengkal pula. Jadi, airnya tidak akan pernah keluar. Tetapi, galilah di satu tempat sehingga airnya memancar.

Wahai hamba Allah, agamamu adalah modalmu!

Jika engkau telah menyia-nyiakan modalmu, sibukkan lisan dengan berdzikir mengingati-Nya, sibukkan hati dengan cinta kepada-Nya, dan sibukkan tubuhmu dengan menaati-Nya. Tanamlah wujudmu di tempat menanam hingga benih muncul dan tumbuh.

Sesiapa yang memperlakukan hatinya sebagaimana petani memperlakukan tanahnya, pasti hatinya bersinar.

Allahumma Ya Rahman Ya Rahim Ya Mujib,
Jadikanlah kami menjadi sebaik-baiknya Hamba-Mu dan jauhkan kami dari kelalaian, kekufuran, kefakiran serta melakukan sebarang kemaksiatan. Allahumma Ameen

Dan berpesan-pesanlah kamu dengan kebaikan dan kesabaran.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s