Keajaiban Selawat Nabi Menurut Syeikh Abdul Al-Jailani

WhatsApp Image 2017-09-14 at 7.02.23 AM

Dalam kitab As-Safinah al-Qadiriyah disebutkan;

“Sayyid Muhammad bin Umar Al-Qashri dalam kitab Manha al-minat fi at-Ta’nis bi as-Sunnah mengatakan: “Membaca selawat atas Nabi SAW adalah sebuah keharusan bagi seorang salik di awal perjalanan spiritualnya, dan terus menerus membaca selawat baik siang maupun malam. Selawat dapat menjadi penolongnya selama menempuh perjalanan spiritual dan mencari kedekatan dengan Allah SWT dibandingkan dengan berbagai zikir yang lain…”

Imam Al-Qasthalani dalam kitab Masalik al-Hanfa menuliskan;

“Ketahuilah, tidak mungkin mampu mencontoh perbuatan dan akhlak Nabi SAW kecuali dengan usaha keras, tidak mungkin mahu berusaha dengan keras kecuali sangat cinta kepada Nabi SAW, dan tidak mungkin cinta mati kepada Nabi SAW kecuali dengan cara memperbanyak bacaan selawat. Sebab, barang siapa yang suka pada sesuatu, maka dia akan sering menyebut-nyebutnya. Maka, bagi seorang salik mesti memulai jalan spiritualnya dengan memperbanyak bacaan selawat atas Nabi Muhammad SAW.

Mengingat bacaan selawat menyimpan keajaiban-keajaiban luar biasa dalam rangka pembersihan jiwa dan penerangan batin, di samping masih banyak lagi rahsia-rahsia dan faedah-faedah yang tidak mungkin dihitung oleh angka dan bilangan. Seorang salik perlu memiliki hati ikhlas semata-mata mengharap redha Allah ketika membaca selawat atas Nabi SAW, sehingga dia mampu memetik buah shalawat dan barakah-nya yang bertebaran. Selawat di sepanjang perjalanan mencari Tuhan bagaikan lampu penerang yang dapat menjadi hidayah yang didambakan. Barangsiapa yang menghiasi hatinya dengan lampu selawat, maka dia akan mampu melihat segala hakikat tauhid berkat cahaya terang selawat tersebut.”

Al-Qadhi Muhammad bin Ahmad bin Muhammad bin Abdullah Al-Husaini r.a berkata,”Ibnu ‘Atha’ berkata;

‘Doa memiliki rukun-rukun tertentu, sayap-sayap, sebab-sebab, dan waktu-waktu khusus. Jika memenuhi rukun-rukunnya doa itu akan menjadi kuat, jika ia memiliki sayap-sayap ia akan terbang ke langit, jika tepat waktunya ia berjalan terus. Dan jika memenuhi sebab-sebab, doa itu akan terkabulkan. Rukun-rukun doa adalah hati yang khusyuk, konsentrasi, lembut, pasrah diri, bergantung sepenuhnya kepada Allah, dan melepaskan diri dari ketergantungan kepada faktor apapun. Sayap-sayap doa adalah ketulusan dan kejujuran. Waktu berdoa adalah di malam hari. Sebab-sebabnya adalah membacakan shalawat atas Nabi Saw.”

Dalam kitab Al-Ausath, Ath-Thabrani meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda;

”Semua doa tertolak, kecuali dia membaca selawat untuk Muhammad dan keluarganya.” Dan Ali bin Abu Thalib r.a berkata,”Setiap doa pasti terhalangi oleh sebuah tabir antara pemohon doa dan Allah. Kecuali orang itu membaca selawat, maka tabir itu akan terbakar, dan doa itu pun menembusnya. Jika orang itu tidak membaca selawat, maka doanya akan terpental.”

Dalam Asy-Syifa, Ibnu Mas’ud r.a berkata;

”Jika di antara kalian ada yang mengharapkan sesuatu dari Allah, maka hendaklah memulai doanya dengan puja dan puji kepada-Nya, disusul dengan membaca selawat atas Nabi-Nya, baru kemudian menyampaikan hajatnya. Yang demikian ini lebih berpeluang besar untuk termakbul.

Kesimpulannya, selawat boleh mendatangkan pencerahan, rahsia, membersihkan batin dari segala jenis kotoran; yang mesti dibaca oleh para pemula, orang-orang yang memiliki banyak hajat, dan orang-orang yang sudah mencapai puncak perjuangan. Salik thalib, murid muqarrib, dan arif washil, mereka semua sama-sama memerlukan selawat.

Seorang thalib memerlukan selawat untuk peningkatan diri; seorang murid untuk bimbingan diri; dan seorang arif memerlukan selawat untuk membuatnya fana‘. Dalam hal ini, selawat diperlukan seorang salik untuk membantunya dalam menempuh perjalanan atau suluk, selawat diperlukan oleh murid untuk menghilangkan keraguan dalam dirinya, dan diperlukan oleh ‘arif untuk berkata begini : “Inilah Engkau, Raja-Diraja.” Selawat membuat seorang salik mencintai amal perbuatan, membuat seorang murid meraih ahwal, dan membuat seorang ‘arif semakin kukuh berpijak pada maqam al-Inzal.

Selain itu, selawat menjadikan seorang salik mendapatkan cahaya, selawat membuat seorang murid memperoleh ‘ibarah, dan selawat membuat penyaksian seorang ‘arif semakin bertambah; atau selawat membuat seorang salik mampu berjalan, membuat seorang murid dipancari sinar-sinar, dan membuat seorang ‘arif semakin mesra dalam perjumpaan (bersama Allah); atau boleh jadi, selawat membuat seorang salik memperoleh cahaya yang berganda, membuat seorang murid dicurahi rahsia-rahsia ghaib, dan membuat seorang ‘arif merasa tiada bezanya antara siang dan malam; atau boleh dikatakan bahwa selawat membuat seorang salik semakin bersemangat, menjaga seorang murid dari kemunduran dalam beramal, dan menjadikan seorang ‘arif semakin sederhana dalam berakhlak; atau, selawat membuat seorang salik semakin mantap, membuat seorang murid sampai pada dunia ghaib Al-Malakut.

Dapat pula dikatakan bahwa selawat membuat seorang salik ingin merasakan nikmatnya perjumpaan, menjanjikan seorang murid dengan perjumpaan itu sendiri, dan membuat seorang ‘arif semakin yakin dan nyata dalam perjumpaannya.”

#AbuAdam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s