Perbedaan Emas Batangan Dengan Dinar Emas

whatsapp-image-2017-09-12-at-1-33-06-pm.jpeg

Tulisan ini membahas perbedaan dalam investasi emas batangan dan dinar emas. Kenapa dipilih dinar emas, bukan dinar (saja) supaya pembaca tidak salah dan bingung dengan dinar-dinar yang lain, seperti halnya mata uang Negara di Timur Tengah. Sebut saja misalkan Irak. Mata uang Irak adalah dinar, namun bukan emas. Dinar Irak seperti halnya uang kertas yang lain seperti halnya Dolar ataupun Yen yang bisa di cetak hanya dengan di print saja.

Produksi Emas Batangan Dan Dinar EmasΒ 
Sebenarnya antara emas batangan dan juga dinar emas, bisa sebagai alat untuk lindung nilai. Karena keduanya merupakan emas. Sama-sama tidak bisa dicetak, namun perlu ditambang dengan susah payah untuk mendapatkan bahan bakunya.

Bahkan saat ini menambang emas semakin susah dan semakin menurun produksinya.

Standar Berat Dan Karat Emas Batangan Dan Dinar EmasΒ 
Dinar emas adalah mata uang yang pernah digunakan pada jaman Nabi Muhammad SAW dan di teruskan pada jaman kekhalifahan Islam. Sehingga mempunyai standar berat dan karat yang telah di tentukan.

Sedangkan emas batangan tergantung perusahaan yang mencetak/memproduksi emas batangan tersebut. Satuan Dinar emas berkadar 22 karat dengan berat 4,25 gram dan ini sudah baku.

Tahukah kalian satuan dinar emas Public Gold berkadar 24 karat dengan berat 4,25g malah juga mempunyai sertifikasi internasional LBMA ?

Sedangkan emas batangan biasanya berkadar 24 karat dengan berat yang sangat bervariasi, bisa 1 gram, 2,5 gram, ataupun 1 kg. bahkan yang memakai satuan troy ounce bisa juga memakai standar berat tersebut.

Cara Investasi Emas Batangan Dan Dinar EmasΒ 
Dinar emas di Indonesia di perlakukan seperti halnya perhiasan/souvenir, sehingga di bebani pajak. Sedangkan emas batangan tidak dibebani pajak karena dianggap sebagai bahan baku.

12573000_408946529229861_1067256686331921917_n-e1504957091819.jpg

Dalam berinvestasi emas batangan, Anda dapat melakukan pembelian atau menabung emas batangan di Pegadaian dengan mudah. Namun sebaliknya, investasi dinar emas relatif terbatas, mengingat sebaran Dinar emas di Indonesia saat ini belum seluas emas batangan.

Oleh karena itu, kadangkala para pemilik Dinar emas jika akan menukar ke mata uang kertas harus mendatangi outlet-outlet tertentu. Di samping itu, yang ingin memiliki Dinar emas agak kesulitan mencari outlet untuk membelinya.

Dinar emas identik dengan agama Islam, sedangkan emas batangan lebih universal. Namun sebenarnya agama lain-pun tidak ada salahnya memiliki dinar emas sebagai media investasi.

Toh sama emasnya dengan emas batangan. Seperti halnya bank syariah, ternyata banyak juga dari agama selain Islam yang menggunakan bank Syariah. Bahkan saat ini bank-bank asing yang notabene pemiliknya bukan Muslim-pun sudah memiliki bank syariah di Indonesia.

Dengan uang kertas kita bertambah miskin karena uang kertas yang kita pegang terus menurun daya belinya

Akankah kita kembali ke masa lalu memakai mata uang emas?

Seperti halnya kerajaan Romawi memakai denarium, atau kekhalifahan Islam memakai dinar atau China memakai qian, dll.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s