Kisah Si Wali

xPojok-NU3-167186_800x400.jpg.pagespeed.ic.jGJRkf0PLw

Seorang Wali Allah dengan pakaian selekeh dan lusuh datang memohon sumbangan ke rumah seorang saudagar kaya. Saudagar kaya itu pandang rendah dan sinis dengan penampilan si Wali itu dan mengusirnya pergi dengan kata-kata kasar.

Beberapa hari kemudian Wali tersebut datang dengan penamilan yang hebat. Dapat dilihat jubah keagamaan yang mewah dan berkilauan, memohon sedekah ke saudagar kaya tersebut.

Saudagar kaya segera menyuruh anak buahnya untuk menyiapkan jamuan mewah untuk si Wali tersebut. Lalu ia mengajak si Wali itu untuk menikmati makanannya. Si Wali menanggalkan jubah keagamaannya yg mewah, melipatnya dengan rapi dan meletakkannya di atas kursi meja makan.

Ia kemudian berkata:
“Kemarin aku datang dengan pakaian usang dan anda mengusirku. Hari ini aku datang dengan pakaian mewah dan anda menjamuku. Tentunya makanan ini bukan untukku tapi untuk jubah ini?”

Setelah berkata demikian Wali tersebut berlalu, meninggalkan si saudagar dalam keadaan tercengang.

Lantas Wali itu menyimpulkan :
Kalau ternyata bukan diriku, melainkan pakaianku yang dihormati, mengapa aku mesti senang ? Dan kalau ternyata bukan diriku, melainkan apa yang ku pakai ini yang dihina, mengapa aku mesti bersedih ?

Demikianlah manusia, lebih sering menghormati yang melekat pada diri seseorang, seperti apa yang dipakai (kekayaan, kuasa dan keagungan dunia)

Maka, jika kita dihormati orang, janganlah bangga diri. Dan kalau pun jika kita tidak dihormati, jangan kecewa dan bersedih diri kerana kita tetap berharga. Siapapun yang merendahkan kita saat ini, jangan sampai membuat kita runtuh, bangkitlah dan tetaplah teguh.

Kata Imam Al-Ghazali;
“Jangan resah andai ada yang membencimu, kerana masih ramai yang mencintaimu di dunia. Tetapi resah dan takutlah andai Allah membencimu, kerana tiada lagi yang mencintaimu di akhirat.”

Imam Hassan Al-Basri berkata;
“Tahukah kalian apa itu tawadhu? Tawadhu itu adalah engkau keluar dari kediaman mu, lantas engkau bertemu seorang muslim. Kemudian engkau merasa dia lebih mulia dari kamu !”

Mudah-mudahan kisah ini bermanfaat untuk kita semua. Allahumma Ameen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s