Kayu Cendana

“Jadilah bak kayu cendana yang menebarkan keharuman ke seluruh udara. Mereka yang menyentuhnya turut menjadi harum. Bahkan ketika dipotong pun, kayu cendana memberi wangi pada pisau yang membelahnya!”

Inilah makna integriti kekukuhan jiwa, dan ketulusan hati dalam menghadapi berbagai persoalan.

Masih anda ingat kisah dua anak Adam yang bertengkar?

Al Qur’an menceritakan ketika Qabil hendak membunuh saudaranya Habil, Habil menanggapi dengan perkataan;

“… Dan tidaklah aku akan mengulurkan tanganku untuk membunuhmu …”.

Kejelekan tidaklah harus dibalas dengan kejelekan, justru yang demikian kebanyakan tidak menyelesaikan masalah….”

Justeru itu, ayuh kita menebarkan keharuman melalui perilaku baik kita …. 😊

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s